Naskah Pidato Lomba Da'i Cilik Gema Ramadhan 1436 H

Ramadhan demi ramadhan terus berlalu, apakah akan dibiarkan berlalu begitu saja..?!?!?!, tentu tidak. Masing-masing kita pasti memiliki cara tersendiri untuk mengisi dan menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan adalah bulan Puasa, berarti sudah sepantasnya siang harinya diisi dengan puasa dengan sebenar-benarnya makna puasa.

Bulan Ramadhan adalah bulan Qiyam, berarti sudah sepatutnya malam harinya dihidupkan dengan sholat taraweh secara berjama'ah.

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur'an, maka seyogyanya hari-harinya, siang dan malamnya dihiasi dengan tadarus dan tilawah.

Di Bulan Ramadhan, pintu-pintu surga di buka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan dibelenggu, maka mudah melakukan kebaikan yang dapat mengantarkan ke surga, dan gampang menjauhi keburukan yang akan melemparkan kita ke dalam jurang-jurang neraka.

Di bulan Ramadhan, segala macam bentuk pesan-pesan agama berhamburan dimana-mana, di media sosial, di jejaring sosial, bukan hanya di alam nyata bahkan di dunia maya.

Ramadhan kali ini di Kelurahan Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Ibu-ibu PKK bekerjasama dengan Karang taruna mengadakan kegiatan "Gema Ramadhan 1436H" dengan tema : "Mengokohkan Potensi dan Kebersamaan Generasi Muslim Menuju Masyarakat yang Religius"

Gema Ramadhan 1436H Kelurahan Putabangun

Kegiatan ini diisi dengan berbagai macam lomba, diantaranya :
  1. Lomba Tadarus,
  2. Lomba Pidato,
  3. Lomba Hafalan Surah Pendek, dan
  4. Lomba Adzan.
Masing-masing lingkungan, mulai dari Lingkungan Balang Sembo, Link. Tabang Baru, Link. Tabang, Link. Pallengu dan Link. Dongan-Dongan mengirim utusannya untuk mengikuti lomba tersebut.

Meskipun kegiatan ini cukup sederhana, dengan dana seadanya, bantuan dari Pak Lurah dan Warganya namun memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk ikut melakukan kegiatan yang serupa dan juga memberikan suntikan motivasi yang luar biasa bagi para peserta lomba khususnya anak-anak untuk giat belajar dan berlatih bukan hanya untuk lomba tapi untuk diamalkan dalam kegiatan ibadah sehari-hari.

Eh, Sorry pembaca sekalian, karena apa yang tertulis diatas ternyata hampir-hampir membuatku lupa pada inti materi yang ingin kusampaikan sehubungan dengan contoh teks ceramah lomba pidato, yang dulu akrab di telinga kita dengan istilah PILDACIL.

Ok, langsung saja silahkan dibaca dan dipelajari atau didownload Contoh Teks Naskah PILDACIL berikut ini...



Demikian semoga bermanfaat.

Puji Syukur Kehadirat Allah Subhanahu wata'ala atas suksesnya acara tersebut, dan terima kasih kepada Panitia yang telah memberi kesempatan untuk mengambil foto spanduk kegiatan sesaat setelah acara ditutup dengan resmi.

"Maka berbicaralah kamu berdua (Musa & Harun Alaihimassalam) kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang LEMAH LEMBUT, mudah-mudahan ia ingat atau takut" [TQS. Thoha (20):44]